Sabtu, 12 November 2011

Just Take It Or Leave It!!!


Beberapa waktu yang lalu seorang teman jauh bertanya pada saya via chat. " How did you cure your pain of love?" Saya tertawa, kemudian balik bertanya, " How did you know that i already cure the pain?" Kemudian dia menjawab, " karena gue liat, lo udah jadi cewe yang lebih tegar waktu ngadepin patah hati lo" Ehem, mungkin ini yang harus saya jelaskan. Berkali-kali patah hati dan bisa tetap survive menjalani kehidupan dengan "baik", sebenarnya menurut saya itu adalah pilihan individu.
In my opinion, ada dua pilihan : Pertama, menikmatinya alias mengasihani diri yang menjadi korban patah hati. mengasihani disini saya ibaratkan sepeti ini, ketika kamu sadar kalau kamu adalah korban, dan mengalami patah hati, tapi kamu tetap berkutat dengan rasa itu dengan asumsi bahwa memang kamu pantas mendapatkannya, memang kamu bukan wanita yg sempurna yang berhak mendapatkan perlakuan lebih baik. biasanya tipe wanita seperti ini akan meng-update status di akun pribadi dengan kata-kat meng-iba, merana, dan tersakiti cinta. dengan harapan bisa bertahan sampai suatu saat si "pelaku" yang membuat kamu sakit hati bisa merasa iba atas penderitaan yang kamu rasakan, kemudian merasa bersalah, dan meminta maaf kepadamu. Come on, girl! kita ini adalah makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan dengan segala kelebihan kita, dan kita sangat pantas untuk dihargai. Jika ada laki-laki yang membuat kamu patah hati, itu karena mereka tidak menghargai kamu sebagai individu yang special. saya tentu saja tidak bisa memungkiri bahwa saya pernah berada dalam posisi ini. Patah hati, merana karena cinta, lalu mulai update status mellow dan melankolis dengan harapan si "pelaku" yang telah membuat saya patah hati merasa sedikit tersindir. tapi kemudian saya sadar, apa gunanya? kalau si "pelaku" sadar, kalau ga? hanya mempermalukan diri sendiri khan?
Pilihan yang kedua, mengobati alias melepaskan semua kepahitan tersebut. terdengar naif memang. tapi bagi saya, proses mengobati patah hati saya ibaratkan seprti mendaki gunung. sulit? memang. melelahkan? tentu saja. kesulitan dan rasa lelah itu juga yang akan kamu rasakan ketika berusaha mengobati patah hati. rasa takut? pasti saja ada. rasa takut akan kamu rasakan ketika kamu takut terjatuh. Iya, takut terjatuh pada rasa sakit hati yang sama. tapi hal itu tidak boleh membuat kamu menyerah. rasa sakit hati itu selayaknya mampu membuat kamu yakin, bahwa kamu tidak lagi ingin merasakannya. Dan rasa takut itu selayaknya mampu membuat kamu semakin bersegera untuk mencapai puncak. Dan kamu berhasil mencapai puncak! Yak! itu lah titik klimaks dari perjuanganmu. ketika kamu sampai puncak apakah sakit hatimu sembuh? Tentu saja tidak! ketika kamu sampai puncak yang kamu rasakan adalah rasa lelah yang beribu-ribu kali lipat. ketika di puncak, kamu tentu saja akan melihat ke bawah dan itu berarti kamu melihat masa lalu. betapa sulitnya mencapai puncak, betapa lelahnya, dan betapa besarnya perjuanganmu. Mungkin kamu akan menangis, menangis karena ketika melihat masa lalumu dan kamu menyadari betapa terpuruknya kamu saat itu, menangis karena menyadari betapa sulitnya rintangan yang kamu hadapi. menangis karena harus meninggalkan itu semua jauuuuh dibawah sana.
MENANGISLAH! karena memang itulah kenyataannya. menangislah, karena kamu sudah berasa di titik klimaks perjuanganmu. menangislah karena akhirnya dengan begitu kamu akan menyadari semuanya. menangislah karena kamu berhasil terlepas dari semua kepahitan itu. kamu berhasil! teriaklah di puncak keberhasilanmu. dan dengan begitu kamu telah siap untuk kembali ke bawah, to face reality. to let everyone know that the new you has already born! hal ini juga yang pernah saya jalani. ketika benar-benar terpuruk dan berusaha melepaskan kepahitan, saya berusaha keras. dan hal tersebut sangat melelahkan, sulit dan saya ketakutan. takut kalau saja usaha saya tak ada hasilnya. lelah karena semakin saya berusaha keras melepaskan rasa sakit itu, semakin dia menghantam saya. tapi setelah saya berada pada titk klimaks usaha saya, titk klimaks rsa lelah saya, saya akhirnya menyadari bahwa saya telah melewatinya. saya jenuh dengan rasa sakit hati ini. dan saya melepaskannya! saya menangis dan teriak sekeras-kerasnya. saya berhasil! saya sadar bahwa saya sudah cukup lama berkutat dengan rsa sakit yang sama sekali tidak ada gunanya. saya sadar bahwa selama ini saya hanya bermanja-manja dengan rasa sakit itu, dan malah semakin menyakiti saya. saya sadar bahwa saya telah kembali kepada reality yang selama ini saya hindari. dan kamu juga harus begitu! Just take it or leave it!
P.S: kamu yang lebih paham how to treat yourself. XOXO!

Kamis, 20 Januari 2011

lOvE

aku mungkin bukan wanita terbaikmu
atau mungkin bukan kekasih impianmu
tetapi aku memujamu seolah kau diatas langit
tak dapat kuraih
namun membuatku ingin selalu memelukmu

aku mungkin bukan perempuan cintamu
atau pendamping hidupmu
tetapi bagiku kaulah raja
yang selalu menguatkan hidupku

Tak mungkinkah aku memilikimU?

Kamis, 29 Juli 2010

Imunisasi TT

Imunisasi TT (Tetanus Toxoid )adalah pemberian kekebalan tubuh pada ibu hamil agar janin teerhindar dari Tetanus.

Imunisasi TT di berikan pada :
Bisa diberikan pada seorang calon pengantin.
Sebelum hamil dan pada saat hamil.
Ibu hamil minimal mendapat imunisasi TT 2x.
Imunisasi 1x belum memberikan kekabalan pada bayi baru lahir terhadap penyakit tetanus sehingga bayi umur kurang dari 1bulan bisa terkena tetanus melalui luka tali pusat.

Tentang jadwal Imunisasi TT anda bisa lihat disini..
tambahan TT5 diberikan 1th setelah TT4, lama perlindungan 25th, kekebalan 99%.

Hal-hal yang perlu diketahui bagi anda ibu hamil adalah :
bahwa imunisasi TT aman bagi ibu hamil dan tidak berbahaya bagi janin, dan kekebalan terhadap tetanus hanya dapat diperoleh memalui imunisasi TT.
Ibu Hamil juga harus tahu kapan imunisasi TT selanjutnya diberikan, sesuai prosedur tenaga kesehatan / Bidan akan memberikan buku imunisasi.
Pemahaman bahwa resiko infeksi tetanus akan berkurang jika ibu hamil melahirkan di tenaga kesehatan / bidan.
2bulan sebeluh persalinan, ibu hamil seharusnya sudah komplit mendapatkan paket imunisasi TT.

* Faktor penyebab Tetanus Pada bayi :
Pemberian imunisasi TT pada ibu hamil tidak dilakukan / tidak lengkap, tidak sesuai dengan ketentuan program.
Pertolongan persalinan tidak memenuhi : bersih tangan, bersih alas dan bersih alat.
Perawatan tali pusat yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan.

Imunisasi TT dapat di peroleh :
1. Posyandu
2. Bidan / Polindes / PKD
3. Puskesmas
4. Puskesmas Pembantu
5. Rumah Bersalin
6. Rumah sakit

Waspadai penyakit tetanus pada bayi anda!!!!!!
Cegah sedini mungkin dengan Imunisasi TT pada Ibu Hami.

referensi bisa dilihat disini

Saifuddin AB dkk. ” pe’layanan kesehatan Maternal & Neonatal.
Wjono, Wibisodo,dkk ” Standar Pelayanan Kebidanan “.

sickle cell anemia

Penyakit Sel Sabit (sickle cell disease / sickle cell anemia) adalah suatu penyakit keturunan yang ditandai dengan sel darah merah yang berbentuk sabit, kaku, dan anemia hemolitik kronik. Pada penyakit sel sabit, sel darah merah memiliki hemoglobin (protein pengangkut oksigen) yang bentuknya abnormal, sehingga mengurangi jumlah oksigen di dalam sel dan menyebabkan bentuk sel menjadi seperti sabit. Sel yang berbentuk sabit akan menyumbat dan merusak pembuluh darah terkecil dalam limpa, ginjal, otak, tulang, dan organ lainnya; dan menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke organ tersebut. Sel sabit ini rapuh dan akan pecah pada saat melewati pembuluh darah, menyebabkan anemia berat, penyumbatan aliran darah, kerusakan organ bahkan sampai pada kematian.

Sickle cell anemia (SCA) adalah penyakit genetik yang resesif, artinya seseorang harus mewarisi dua gen pembawa penyakit ini dari kedua orangtuanya. Hal inilah yang menyebabkan penyakit SCA jarang terjadi. Seseorang yang hanya mewarisi satu gen tidak akan menunjukkan gejala dan hanya berperan sebagai pembawa. Jika satu pihak orangtua mempunyai gen sickle cell anemia dan yang lain merupakan pembawa, maka terdapat 50% kesempatan anaknya menderita sickle cell anemia dan 50% kesempatan sebagai pembawa.

SCA disebabkan karena adanya mutasi pada rantai β-globin dari hemoglobin, yang menyebabkan pertukaran asam glutamat (suatu asam amino) dengan asam amino hidrofobik valin pada posisi 6. Gen yang bertanggung jawab menyebabkan SCA merupakan gen autosom dan dapat ditemukan di kromosom nomor 11. Penggabungan dari dua subunit α-globin normal dengan dua subunit β-globin mutan membentuk hemoglobin S (HbS). Pada kondisi kadar oksigen rendah, ketidakhadiran asam amino polar pada posisi 6 dari rantai β-globin menyebabkan terbentuknya ikatan non-kovalen di hemoglobin yang menyebabkan perubahan bentuk dari sel darah merah menjadi bentuk sabit dan menurunkan elastisitasnya.

Sickle cell anemia ini hampir secara eksklusif menyerang orang kulit hitam. Sekitar 10% orang kulit hitam di AS hanya memiliki 1 gen untuk penyakit ini (mereka memiliki rantai sel sabit) dan tidak menderita penyakit sel sabit. Sekitar 0,3% memiliki 2 gen dan menderita penyakit sel sabit.

Anemia, nyeri lambung dan nyeri tulang serta mual-mual pada seorang kulit hitam merupakan tanda yang khas untuk krisis sel sabit. Pada pemeriksan contoh darah dibawah mikroskop, bisa terlihat sel darah merah yang berbentuk sabit dan pecahan dari sel darah merah yang hancur. Elektroforesis bisa menemukan adanya hemoglobin abnormal dan menunjukkan apakah seseorang menderita penyakit sel sabit atau hanya memiliki rantai sel sabit. Penemuan rantai sel sabit ini penting untuk rencana berkeluarga, yaitu untuk menentukan adanya resiko memiliki anak yang menderita penyakit sel sabit.

Sickle cell anemia merupakan penyakit genetis yang tidak dapat disembuhkan. Selain dengan transplantasi sumsum tulang, saat ini belum ditemukan pengobatan permanen untuk penyakit ini. Namun transplantasi melibatkan prosedur yang rumit dan bukan merupakan terapi pilihan. Untuk dapat melakukan transplantasi, penderita harus mendapatkan donor yang cocok (biasanya diperoleh dari anggota keluarga yang tidak menderita sickle cell anemia) dengan resiko rendah terjadinya reaksi penolakan oleh tubuh. Walaupun demikian, terdapat resiko yang nyata dari prosedur ini dan selalu ada kemungkinan terjadinya penolakan organ transplantasi oleh tubuh penerima.

Namun, tanpa pengobatan sekalipun seorang penderita SCA masih dapat hidup normal. Pengobatan dilakukan hanya untuk mengurangi rasa sakit dan penggunaan antibiotik untuk mencegah infeksi berbahaya akibat bakteri (seperti sepsis/infeksi yang terjadi di darah, meningitis, dan pneumonia) yang dapat menyebabkan kematian pada penderita, terutama bayi. Hidroksiurea, yang telah dikenal sebagai obat antitumor ternyata dapat pula digunakan untuk terapi bagi penderita, terutama pada bayi. Hidroksiurea meningkatkan pembentukan sejenis hemoglobin (terutama ditemukan pada janin) yang akan menurunkan jumlah sel darah merah yang berubah bentuknya menjadi sabit. Oleh karena itu, obat ini mengurangi frekuensi terjadinya krisis sel sabit dan juga terbukti dapat menekan rasa sakit serta mencegah komplikasi penyakit pada anak-anak dan orang dewasa. Penelitian lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui keamanan dan efek jangka panjang penggunaannya.

Saat ini sedang dikembangkan teknik pengobatan baru untuk SCA, yaitu dengan terapi gen. Terapi genetik merupakan teknik penanaman gen normal ke dalam sel-sel prekursor (sel yang menghasilkan sel darah). Namun, teknik ini masih dalam tahap penelitian dan baru diujicobakan pada tikus. Walaupun para peneliti khawatir akan sulitnya menerapkan terapi gen pada manusia, mereka yakin bahwa terapi baru ini akan menjadi pengobatan yang penting untuk penyakit sickle cell anemia.

belajar,,,,

Aku telah BELAJAR untuk
DIAM>dari orang yang banyak omong...

BELAJAR untuk TOLERAN>dari orang
yang tidak toleran,...

Dan BELAJAR menjadi RAMAH>dari orang yang tak ramah;


Namun....sungguh ANEH...., aku TAK BERTERIMA KASIH pada
orang-orang ini...

Rabu, 28 Juli 2010

perbedaan



ketika dua insan bersatu

ketika dua karakter bertemu

ketika dua pemikiran disatukan

ketika dua asa bersanding

ketika dua prinsip berjalan bersama

ketika dua otak beriringan

maka ketika itu pula lah hati teruji

ketika aku sadar bahwa kamu lah orangnya

ketika aku sadar bahwa kamu lah duniaku

ketika aku sadar bahwa kamu lah asa ku

ketika itu pula lah aku sadar hatiku sedang di uji

dear my God,,,

Tuhanku,


Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.


Wajah tampan dan daya tarik fisik bukan hal yang utama.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau


Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.


Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.


Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna, namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMU.


Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.


Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.


Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.


Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.


Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
“betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat

dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan. Amin...

renungan


Sahabat Hikmah... Yang INDAH hanya SEMENTARA, Yang ABADI adalah KENANGAN, Yang IKHLAS hanya dari HATI, Yang TULUS hanya dari SANUBARI, Tidak mudah mencari yang HILANG, Tidak mudah mengejar IMPIAN, Namun lebih susah mempertahankan yang ADA, Walaupun tergenggam bisa terlepas juga. Ingatlah pada pepatah, "Jika kamu TIDAK MEMILIKI apa yang kamu SUKAI, maka SUKAILAH apa yang kamu MILIKI saat ini" Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif... Hidup bagaikan MIMPI… Seindah apapun, Begitu terbangun semuanya SIRNA tak berbekas. Rumah mewah bagai istana, Harta benda yang tak terhitung, Kedudukan dan jabatan yg luar biasa, namun... Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi, Sehelai benang pun tak bisa dimiliki. Apalagi yang mau diperebutkan ? Apalagi yang mau disombongkan ? Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani. Jangan terlalu perhitungan… Jangan hanya mau menang sendiri… Jangan suka menyakiti sesama … Apalagi terhadap mereka yang berjasa dalam hidup kita ini… Belajarlah mengasihi setiap hari… Selalu berlapang dada dan mengalah, Hidup ceria, Bebas leluasa... Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan... . Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan… Tak ada dendam yang tak bisa terhapus.... Semoga renungan ini bisa menjadi motivasi… Untuk kita menjadi manusia yang lebih baik dan bahagia......

Senin, 26 Juli 2010

berdamai dengan takdir…..

teman,,,,,pernahkah kalian merasa jenuh dan lelah dengan segudang masalah yang kalian hadapi???????????????
namun,,,taw’kah kalian bahwa di balik semua masalah itu tersembunyi banyak hal….
klo aq menyebutnya “miracle” yang jarang atau malah g pernah qt sadari makna di balik itu semua……….
dari masalah2 tsb TUHAN sedang mengajari qt untuk lebih dewasa, untuk lebih bijaksana dan berusaha menerima kenyataan dari setiap akhir masalah yg qt hdapi, entah keputusan itu berpihak atau tidak berpihak kpd qt……

yg jls secara tdk qt sadari qt telah melewati swtu tahapan untuk lebih dewasa,,,,dengan cara TUHAN yang g pernah qt bayangkan sebelumnya……

GULA dan SIROP





Bismillahirrohmanirrohim

Untukmu Sahabat……………

Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirop.

Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, “Ini teh manis.” Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir.

Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan ‘kopi gula pasir’. Melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti.

Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan perannya yang begitu besar sehingga sesuatu menjadi manis. Berbeda sekali dengan sirop.

Dari segi eksistensi, sirop tidak hilang ketika bercampur. Warnanya masih terlihat. Manusia pun mengatakan, “Ini es sirop.” Bukan es manis. Bahkan tidak jarang sebutan diikuti dengan jatidiri yang lebih lengkap, “Es sirop mangga, es sirop lemon, kokopandan, ” dan seterusnya.

Gula pasir pun akhirnya bilang ke sirop, “Andai aku seperti kamu.”

*****************************************************************************

Sosok gula pasir dan sirop merupakan pelajaran tersendiri buat mereka yang giat berbuat banyak untuk umat. Sadar atau tidak, kadang ada keinginan untuk diakui, dihargai, bahkan disebut-sebut namanya sebagai yang paling berjasa. Persis seperti yang disuarakan gula pasir.

*****************************************************************************
Kalau saja gula pasir paham bahwa sebuah kebaikan kian bermutu ketika tetap tersembunyi. Kalau saja gula pasir sadar bahwa setinggi apa pun sirop dihargai, toh asalnya juga dari gula pasir. Kalau saja para pegiat kebaikan memahami kekeliruan gula pasir, tidak akan ada ungkapan, “Andai aku seperti sirop!”

Allahumma zidna walaa tanqushna wa akrimnaa walaa tuhinaa wa a’thina walaa tahrimnaa wa aatsirnaa walaa tutsir ‘alainaa wa ardhinaa wardho ‘anna

Ya Allah tambahkanlah kebaikan pada kami dan jangan Engkau kurangi ,
Muliakan kami dan jangan Engkau hinakan kami,
Berilah kami dan jangan Engkau haramkan kami,
Menangkanlah kami dan jangan Engkau kalahkan kami,
Jadikanlah kami ridho dan terimalah amal kami.
Amien…..

Wallahu a’lam bisshawab